BacaJuga: 5 Arti Penting Persatuan dan Kesatuan bagi Bangsa Indonesia. Cara Menumbuhkan Kesadaran Berbangsa dan Bernegara. Agar tumbuh kesadaran berbangsa dan bernegara, secara rutin perlu dilakukan kegiatan-kegiatan bersama dengan anggota pelajar dan siswa masyarakat. Berikut ini , 3 cara untuk menumbuhkan kesadaran berbangsa dan bernegara
KesadaranBerbangsa dan Bernegara di Tengah PandemiDitulis oleh Abdul Ghofur(Disampaikan pada MPLS SMAN 11 Surabaya 2020-2021)Apa itu kesadaran? Adalah pertanyaan mendasar bila melihat judul materi yang wajib diterima siswa baru "Kesadaran Berbangsa dan Bernegara?" Singkat saja, kesadaran itu suatu kondisi seseorang yang dalam terbangun
Hasilpenelitian menunjukan bahwa siswa Sekolah Dasar sudah mengetahui dan dapat memahami komponen-komponen dalam hidup berbangsa dan bernegara. Diantarannya menaati norma-norma yang berlaku dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara, melakukan sikap positif terhadap makna dan nilai proklamasi, uapaya perlindungan dan penegakan hak
djFGwJR.
- MPLS adalah Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah bagi siswa baru yang dilaksanakan untuk mendukung proses pembelajaran sesuai dengan tujuan pendidikan memiliki kegiatan yang bersifat edukatif dan kreatif untuk mewujudkan sekolah sebagai tempat belajar yang ramah lingkungan, sejuk, nyaman bagi para peserta didik. Jika dahulu MPLS dikenal dengan istilah MOS Masa Orientasi Siswa yang identik dengan perpeloncoan, penganiayaan terhadap siswa baru, aji mumpung kakak kelas untuk mengerjai adik-adik kelas yang baru, semua hal itu sudah ditiadakan. Berdasarkan pedoman pengenalan lingkungan sekolah yang diterbitkan oleh Dapodik, MPLS merupakan kegiatan pertama yang dilakukan oleh siswa untuk pengenalan program, sarana dan prasarana sekolah, cara belajar, penanaman konsep pengenalan diri, dan pembinaan awal kultur Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah antara lain Mengenali potensi diri siswa baru. Bentuk adaptasi siswa baru dnegan lingkungan sekolah dan sekitarnya. Menumbukan motivasi, semangat dan cara belajar efketif sebagai siswa baru. Mengembangkan interaksi positif antar siswa dan warga sekolah lainnya. Menumbuhkan perilaku positif sesuai dengan Pendidikan karakter di Indonesia. Pelaksanaan kegiatan MPLS selama 3 tiga hari pada minggu pertama awal tahun ajaran. Untuk waktu pelaksanaannya dilakukan hanya saat jam pelajaran. Dalam pelaksanaannya pun tidak boleh sembarangan, ada beberapa hal yang mesti diperhatikan, meliputi Perencanaan dan penyelenggaraan kegiatan hanya menjadi hak guru. Tidak diperkenankan melibatkan siswa senior kakak kelas dan/atau alumni sebagai penyelenggara. Dilakukan di lingkungan sekolah kecuali sekolah tidak memiliki fasilitas yang memadai. Dilarang melakukan pungutan biaya maupun bentuk pungutan lainnya. Wajib melakukan kegiatan yang bersifat edukatif. Tidak diperkenankan melakukan perpeloncoan maupun tindak kekerasan lainnya. Wajib menggunakan seragam dan atribut resmi dari sekolah. Dilarang memberikan tugas kepada siswa baru berupa kegiatan yang tidak relevan dengan aktivitas pembelajaran siswa. Diperbolehkan melibatkan guru yang rekevan dan kompeten dengan materi kegiatan pengenalan lingkungan sekolah. Apabila kegiatan MPLS dibantu oleh siswa karena terdapat keterbatasan tenaga pendidik, maka perlu diperhatikan dalam pelaksanaannya memiliki persyaratan berikut Siswa merupakan pengurus Organisasi Siswa Intra Sekolah OSIS dan/atau Majelis Perwakilan Kelas MPK dengan jumlah paling banyak 2 dua orang per rombongan belajar/kelas Siswa tidak memiliki sifat tempramen sebagai pelaku tindak kekerasan Apabila terjadi pelanggaran, maka sanksi mengacu kepada Permendikbud Nomor 82 Tahun 2015 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Tindak Kekerasan pada Satuan Pendidikan dan peraturan perundang-undangan lainnya. Materi MPLS 2022 Seperti yang telah dijelaskan poin-poin diatas, kegiatan MPLS mengharuskan kegiatan yang bersifat edukatif. Adapun salah satu materi yang cukup penting pada kegiatan MPLS adalah materi tentang Kesadaran Berbangsa dan Bernegara. Nilai-nilai bela negara yang harus dipahami penerapannya dalam kehidupan masyarakat berbangsa dan bernegara antara lain Cinta Tanah AirKita perlu mencintai tanah air kita sendiri yaitu dengan cara mengetahui sejarah negara kita, melestarikan budaya-budaya yang ada, menjaga lingkungan sekitar dan sudah pasti menjaga nama baik negara kita dimanapun kita berada kelak. Kesadaran Berbangsa dan BernegaraSikap kita harus sesuai dengan kepribadian bangsa dan negara dengan cara mencegah perkelahian antara perorangan atau kelompok dan menjadi anak yang berprestasi baik di tingkat nasional maupun internasional PancasilaPancasila tidak hanya dihafal, melainkan dialakan dalam kehidupan sehari-hari karena Pancasila merupakan alat pemersatu bangsa. Seperti yang kita ketahui bahwa bangsa Indonesia memiliki beragam suku, agama, dan ras. Nilai dan ideologi Pancasila inilah yang bisa mematahkan setiap hambatan, rintangan, dan ancaman. Rela Berkorban untuk Bangsa dan NegaraDengan mencintai, tentu kita akan rela berkorban apapun. Termasuk dalam membela negara kita tercinta. Salah satu contoh nyata seperti seorang atlet yang rela bekerja keras demi mengharumkan nama bangsa ke kancah internasional. Memiliki Kemampuan Bela NegaraKemampuan bela negara dapat diwujudkan dengan menjaga kedisiplinan, ulet, bekerja keras dalam menjalani profesi masing-masing. Salah satu contoh nyata seperti rela menjadi bagian dari Siskamling, membantu korban bencana alam, menjaga kebersihan, menghindari narkoba, cinta produksi dalam negeri, dan masih banyak lagi. Untuk mempelajari lebih detail seputar materi Kesadaran Berbangsa dan Bernegara, Anda bisa download pada link juga Arti Wawasan Wiyata Mandala Materi MPLS Unsur-Tugas-Fungsi Sekolah Materi MPLS 2022 Tata Krama Sekolah SD, SMP, SMA/SMK dan Link Unduh - Pendidikan Kontributor Robiatul KameliaPenulis Robiatul KameliaEditor Dipna Videlia Putsanra
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan adalah salah satu mata pelajaran yang tersedia di semua jenjang Pendidikan. Mulai dari SD sampai SMA dapat kita temukan mata pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan. Bahkan sampai tingkat Bangku Kuliah pun juga menyediakan Mata kuliah Kewarganegaraan. Namun di beberapa Universitas mengganti mata kuliah Kewarganegaraan menjadi Pendidikan Pancasila. Akan tetapi keduanya tetap sama yaitu membahas tentang hidup berbangsa dan Pancasila dan Kewarganegaraan merupakan materi yang sanngat penting untuk di pelajari oleh setiap orang seperti yang sudah dijelaskan materi ini tetap ada dari jenjang Sekolah Dasar hingga di bangku perkuliahan. Akan tetapi dari pengalaman pribadi soal Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan sendiri sangat sering di anggap sepele oleh para siswa dan masyarakat awam sehingga menurunnya pengetahuan tentang aturan-aturan dasar kewarfganegaraan yang sebenarnya sangat penting untuk ini bukan hanya kurangnya kesadaran tetapi juga karena materi ini belum menjadi materi prioritas di dalam pendidikan. Hal ini karena dibeberapa universitas hanya memberikan alokasi waktu yang masih minim setiap minggunya. Kebanyakan tingkat sekolah atau Universitas hanya memberikan waktu antara satu sampai dua jam pelajaran setiap minggunya untuk Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan. Sehingga hal ini sangat tidak efektif untuk memberikan pengetahuan kewarganegaraan secara optimal kepada peserta didik. Di samping itu, tingkat pemahaman peserta didik pun patut dipertanyakan dengan hanya mengikuti pendidikan yang sangat singkat tersebut. Dibalik kurangnya kesadaran dan pentingnya Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan ada beberapa materi yang sangat penting untuk dipelajari. Beberapa hal yang menjadi dasar pentingnya pendidikan kewarganegaraan di antaranya adalah Materi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan mengajarkan siswa untuk mengenal aturan dasar kewarganegaraan. Hal ini khususnya terkait hak dan kewajiban mereka sebagai warga negara. Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan merupakan salah satu media untuk mengajarkan kehidupan politik kepada siswa. Siswa dikenalkan sistem politik tanpa harus terlibat langsung dalam kegiatan politik siswa untuk lebih memiliki toleransi dan tenggang rasa terhadap sesama manusia yang berada dalam satu negara yang sama. Karena di Indonesia sendiri sangat banyak ragam suku, ras, dan budaya sehingga materi ini menjadi sangat Pancasila dan Kewarganegaraan memberikan pengetahuan pada siswa tentang peraturan Negara yang mengikat agar para siswa bisa hidup dalam aturan hukum yang Pancasila dan Kewarganegaraan merupakan sarana untuk menumbuhkan rasa cinta tanah air pada siswa. Dengan demikian, diharapkan rasa nasionalisme dapat ditumbuhkan melalui pelajaran ini. Pada intinya Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan sangat penting baik bagi siswa maupun bagi maasyarakat awam sekalipun. Karena dengan mempelajari Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan menjadikan bangsa Indonesia lebih maju karena mengetahui aturan-aturan dasar Negara ini serta norma-norma yang berlaku di Negara Pancasila dan Kewarganegaraan diharapkan dapat menciptakan insan yang bermental cerdas dan bertanggung jawab disertai perilaku yangBeriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan menghayati nilai-nilai falsafah pekerti luhur dan sadar akan hak dan kewajiban sebagai warga profesional yang dijiwai oleh kesadaran BelaNegara. Lihat Ilmu Sosbud Selengkapnya